![]() |
| Illustrasi Turtle Diagram. 16949store.com |
Ketika menjalankan sebuah perusahaan, manajemen dan karyawan perlu memahami proses yang terdapat di dalamnya. Untuk memahami proses yang terdapat di dalam perusahaan, manajemen dan karyawan bisa menggunakan Turtle Diagram.
Turtle Diagram pertama kali diperkenalkan oleh
Philip Crosby, seorang pakar di bidang ilmu Quality Management System (QMS). Awalnya,
Turtle Diagram dinamakan Crosby Process Worksheet yang dibuat dari Diagram
SIPOC (Supplier, Input, Process, Output dan Customer). Setelah terjadi
perkembangan, Turtle Diagram menjadi alat yang dapat memvisualisasikan karakteristik
sebuah proses dengan lebih baik. Proses tersebut diidentifikasi berupa input, output,
dengan apa (with what?), dengan siapa (with whom?), bagaimana (how is it done?)
dan apa hasilnya (what results?).
Selain memudahkan manajemen dan karyawan memahami proses
yang terdapat di perusahaan. Turtle Diagram juga menjadi tools yang
memudahkan para auditor. Sejak tahun 2000, ketika standar QS 9000 bagi otomotif
digantikan oleh TS 16949, auditor diajarkan penggunaan Turtle Diagram sebagai tools
audit.
Apa keuntungan yang akan didapatkan apabila menggunakan Turtle Diagram? Berikut keuntungan yang didapat ketika menggunakan Turtle Diagram yang dikutip dari 16949store.com :
- Turtle Diagram memungkinkan manajemen dan karyawan untuk melihat seluruh proses, serta komunikasi dan pemetaan proses yang saling terkait dengan fungsi dan level yang relevan dalam organisasi.
- Turtle Diagram dapat membantu manajemen dan karyawan untuk lebih memahami prosesnya.
- Turtle Diagram membantu menyusun kerangka kerja dengan cara yang mudah diikuti dan dapat mengidentifikasi kesenjangan dalam struktur organisasi.
Informasi-informasi di
atas tentunya bisa anda dapat lebih banyak dengan menghubungi Call Center EOA
Management System di nomor berikut : +62 811-1178-930 (EMS)

.png)
0 Komentar