Allah membagi-bagi amal sebagaimana Dia juga membagi-bagi rezeki. Di luar shalat wajib lima waktu dan puasa Ramadhan, ternyata ada orang yang dimudahkan oleh Allah untuk banyak melakukan shalat sunnah, tapi tidak dimudahkan untuk berpuasa sunnah. Ada yang dimudahkan untuk sering berpuasa sunnah tapi tidak dimudahkan untuk sedekah. Ada yang dimudahkan untuk mengajar tapi tidak dimudahkan untuk beribadah dan puasa sunnah. Dan berikut tayangan lengkap untuk memahami ketakwaan dalam hidup.
At Thalaq ayat 2-3 :
<Ayat 2> "Maka apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah (kembali kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, <ayat 3> dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."
Maknanya adalah, ketika seseorang masih dapat memprediksi dari mana arah datang rezekinya, maka masih ada setitik kesombongan dalam dirinya. Dan bagaimana bisa seseorang yang sombong akan bertawakal, berpasrah diri penuh kepada Allah. Di sinilah titik penting yang harus dipahami, bahwa orang yang benar-benar takwa akan berjalan kemanapun sesuai dengan tuntunan Allah yakni Al Quran yang telah diejawantahkan dalam sunnah Nabi Muhammad.

0 Komentar